Kendari — Universitas Muhammadiyah Kendari menggelar Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 yang meriah di kawasan Laboratorium Terpadu, Senin (31 Maret 2026). Acara spektakuler ini melibatkan lebih dari 1.200 mahasiswa dari 15 program studi yang tersebar di berbagai fakultas, menampilkan ragam cabang olahraga dan pertunjukan seni tradisional dan kontemporer yang memukau ribuan pengunjung.
Penyelenggaraan festival selama tiga hari penuh ini merupakan inisiatif bersama antara Direktorat Kemahasiswaan, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan berbagai organisasi mahasiswa untuk merayakan potensi seni dan olahraga yang dimiliki civitas akademika Universitas Muhammadiyah Kendari. Dari Senin (31 Maret) hingga Rabu (2 April 2026), Laboratorium Terpadu yang berlokasi di Jalan Sultan Qaimuddin No. 14, Kendari, berubah menjadi pusat hiburan dan kompetisi yang penuh energi.
Beragam Cabang Olahraga Menarik Perhatian Mahasiswa
Kompetisi olahraga yang diselenggarakan mencakup 12 cabang utama, mulai dari futsal, bola voli, bola basket, tenis meja, badminton, catur, hingga esports yang kini menjadi daya tarik besar bagi generasi muda. Setiap cabang olahraga menampilkan pertandingan dengan standar kompetitif tinggi, di mana para peserta berlomba memperebutkan medali emas, perak, dan perunggu.
Khusus untuk olahraga futsal, lapangan yang tersedia di kompleks Laboratorium Terpadu menjadi saksi pertandingan sengit antara tim-tim fakultas. Fakutas Teknik, Fakultas Pendidikan dan Ilmu Sosial, Fakultas Hukum, dan Fakultas Sains dan Teknologi masing-masing mengirimkan perwakilan dengan pemain-pemain berkualitas. Turnamen futsal putra berhasil dimenangkan oleh Tim Fakultas Teknik dengan skor dramatis 3-2 mengalahkan Fakultas Pendidikan di babak final, sementara kategori putri diraih oleh Fakultas Sains dan Teknologi.
“Saya sangat bangga melihat antusiasme mahasiswa dalam setiap pertandingan. Mereka tidak hanya berkompetisi dengan serius, tetapi juga menunjukkan sportivitas yang tinggi. Ini adalah esensi sejati dari festival olahraga kampus kami,” ujar Dra. Siti Nurhaliza, S.E., M.M., Direktur Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam wawancara di sela-sela acara, Selasa (1 April 2026).
Cabang olahraga bola voli juga menjadi highlight dengan pertandingan yang menghadirkan permainan spektakuler. Tim voli putri Universitas Muhammadiyah Kendari, yang merupakan representasi dari gabungan mahasiswa terbaik, tampil memukau dengan permainan koordinasi yang baik dan strategi serangan yang efektif. Pada pertandingan puncak, mereka berhasil mengalahkan tim dari universitas lain di region Sulawesi Tenggara dengan skor 3-1.
Adapun untuk cabang badminton dan tenis meja, kompetisi dilakukan dengan sistem gugur yang melibatkan lebih dari 200 peserta individu. Lapangan tenis meja yang disediakan di Laboratorium Terpadu menjadi tempat seru di mana mahasiswa menunjukkan keterampilan dan ketangkasan mereka dengan raket dan bola.
Pertunjukan Seni dan Budaya yang Memukau
Tidak hanya olahraga, sisi seni dan budaya menjadi bahagian integral dari festival ini. Panggung utama yang didirikan khusus di depan Laboratorium Terpadu menyajikan sederet pertunjukan yang memukau, dimulai dari tari tradisional Sulawesi, teater musikal, hingga pertunjukan band dan vocal group modern.
Salah satu pertunjukan yang paling ditunggu-tunggu adalah tarian tradisional dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara. Kelompok seni mahasiswa berhasil mereproduksi tari Kabasaran dari Manado, tari Poco-Poco yang khas Gorontalo, dan tari Kipat dari Kendari dengan kostum autentik dan gerakan yang presisi. Pertunjukan ini bukan hanya menghibur, tetapi juga menjadi edukasi bagi penonton tentang kekayaan budaya lokal yang perlu dilestarikan.
“Kami percaya bahwa mahasiswa tidak hanya harus pintar secara akademik, tetapi juga perlu mengembangkan potensi artistik dan budaya mereka. Melalui festival ini, kami memberikan platform bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kreativitas mereka sambil sekaligus melestarikan warisan budaya lokal,” jelas Hendra Pranoto, S.Sn., M.Sn., Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni dan Budaya, yang diwawancarai di lokasi acara.
Selain tari tradisional, festival juga menampilkan pertunjukan teater modern dengan judul “Generasi Bergerak,” sebuah produksi original mahasiswa yang mengangkat tema tentang perjuangan generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman. Naskah ditulis oleh mahasiswa Fakultas Hukum, Rendra Putra Wijaya, sementara regie dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Pendidikan dan Ilmu Sosial, Citra Dewi Lestari.
Pada malam puncak acara, Rabu (2 April 2026), panggung hiburan dipadati oleh puluhan band lokal yang terdiri dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari. Band-band seperti “Kendari Sound,” “Tidal Wave,” dan “Aurora Voices” memainkan lagu-lagu original mereka yang penuh energi, menciptakan suasana konser yang meriah. Ratusan mahasiswa berkumpul di depan panggung, menari dan menyanyikan lagu favorit mereka bersama-sama, menciptakan momen yang tak terlupakan.
Dukungan Pejabat Kampus dan Akademisi
Apresiasi tinggi datang dari pimpinan universitas. Dr. Muhammad Irfan Syaiful, S.T., M.T., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, hadir secara langsung pada pembukaan festival dan memberikan sambutan yang inspiratif.
“Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 ini merupakan bukti nyata komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengembangkan mahasiswa secara holistik. Kami percaya bahwa pendidikan yang berkualitas bukan hanya tentang transfer pengetahuan, tetapi juga tentang pembentukan karakter, pengembangan keterampilan, dan apresiasi terhadap keberagaman budaya. Acara seperti ini sangat penting untuk menciptakan komunitas kampus yang sehat, dinamis, dan harmonis,” ujar Dr. Irfan Syaiful dalam sambutan pembuka pada Senin (31 Maret 2026).
Rektor juga menekankan bahwa festival ini sejalan dengan visi universitas sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga menjadi individu yang berkarakter, kreatif, dan tanggap terhadap dinamika sosial budaya masyarakat.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Bambang Sulistio, S.E., M.A., juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara ini. “Keberhasilan festival ini adalah hasil dari kerja sama solid antara berbagai unsur civitas akademika. Dari mahasiswa sebagai peserta dan panitia, dosen sebagai pembimbing, hingga staf administrasi yang mendukung penuh. Ini menunjukkan bahwa dengan satu visi yang jelas, kita bisa menciptakan sesuatu yang luar biasa,” kata Prof. Bambang dalam dialog interaktif dengan mahasiswa di sela-sela festival.
Partisipasi dan Antusiasme Mahasiswa
Partisipasi mahasiswa dalam festival ini sangat luar biasa. Dari data yang dikumpulkan oleh panitia, sebanyak 1.247 mahasiswa terdaftar sebagai peserta aktif dalam berbagai cabang olahraga dan pertunjukan seni. Jumlah ini merepresentasikan sekitar 35 persen dari total populasi mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Kendari di semester genap 2025-2026.
Naomi Salsabila, mahasiswa tahun ketiga Program Studi Psikologi, Fakultas Sains dan Teknologi, yang berpartisipasi dalam cabang bola voli putri, mengatakan bahwa festival ini memberinya pengalaman berharga di luar kelas.
“Saya sudah mengikuti latihan intensif selama dua bulan bersama dengan teman-teman satu tim. Meski melelahkan, tetapi sangat menyenangkan karena kami bisa membangun bonding yang kuat antar anggota tim. Selain itu, kompetisi ini membuat saya lebih percaya diri dan memahami pentingnya kerja sama tim dalam mencapai tujuan bersama,” ujar Naomi antusias.
Sementara itu, Muhammad Farhan Rizki, mahasiswa tahun kedua Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknik, yang merupakan peserta kompetisi esports kategori Mobile Legends, melihat festival ini sebagai kesempatan emas untuk menunjukkan skill gaming-nya di tingkat kampus.
“Esports kini bukan lagi sesuatu yang dianggap sepele. Ini adalah kompetisi yang membutuhkan strategi, koordinasi tim, dan mental yang kuat. Saya sangat senang bahwa kampus kami memberikan wadah untuk mengembangkan passion ini secara serius dan mendapat pengakuan dari institusi pendidikan,” tambah Farhan dengan penuh keyakinan.
Dampak Positif bagi Pengembangan Mahasiswa
Berbagai pihak sepakat bahwa festival olahraga dan seni budaya semacam ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi pengembangan mahasiswa dari berbagai aspek. Secara fisik, aktivitas olahraga membantu mahasiswa menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh mereka di tengat kesibukan akademik. Secara psikologis, kompetisi olahraga dan seni membantu mahasiswa mengembangkan kepribadian yang lebih percaya diri, tangguh menghadapi tantangan, dan mampu mengelola emosi dengan baik.
Dr. Eka Pratama, S.Psi., M.Psi., Dosen Fakultas Sains dan Teknologi yang juga praktisi psikologi olahraga, memberikan perspektif mendalam tentang manfaat festival ini.
“Dari sudut pandang psikologi, festival seperti ini sangat bermanfaat bagi perkembangan holistik mahasiswa. Melalui kompetisi olahraga, mahasiswa belajar tentang disiplin, kerja sama tim, manajemen stress, dan cara menghadapi kegagalan dengan positif. Sementara itu, melalui aktivitas seni dan budaya, mereka mengembangkan kreativitas, ekspresi diri, dan pemahaman yang lebih dalam tentang identitas budaya lokal. Kedua aspek ini sama pentingnya dalam membentuk individu yang seimbang dan siap menghadapi kehidupan sosial yang kompleks,” jelas Dr. Eka dalam kesempatan wawancara khusus.
Selain itu, festival ini juga berdampak positif dalam memperkuat ikatan komunitas di lingkungan kampus. Mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi berkesempatan untuk berinteraksi, saling mengenal, dan membangun persahabatan baru. Ini penting untuk menciptakan lingkungan kampus yang inklusif dan suportif.
Tantangan dan Pembelajaran untuk Masa Depan
Meskipun festival berjalan dengan sangat sukses, panitia penyelenggara juga mengidentifikasi beberapa tantangan yang dihadapi. Salah satunya adalah keterbatasan fasilitas yang ada di Laboratorium Terpadu untuk menampung semua jenis olahraga dan pertunjukan seni secara bersamaan.
“Kami berterima kasih kepada universitas yang telah menyediakan fasilitas terbaik yang tersedia. Namun, kami juga menyadari bahwa untuk mengembangkan festival ini lebih lanjut di tahun-tahun mendatang, kami mungkin perlu fasilitas yang lebih lengkap, seperti ruang pertunjukan tertutup, arena olahraga indoor yang lebih besar, dan sound system yang lebih canggih,” ujar Dra. Siti Nurhaliza.
Pihak rektorat mendengarkan masukan ini dengan serius. Dr. Irfan Syaiful menjanjikan bahwa pengembangan infrastruktur yang mendukung kegiatan kemahasiswaan akan menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan kampus lima tahun ke depan.
Penutup dan Harapan ke Depan
Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 di Universitas Muhammadiyah Kendari telah menutup tirai acara tiga harinya dengan penuh warna, energi, dan pencapaian yang membanggakan. Acara ini tidak hanya menjadi platform bagi mahasiswa untuk menampilkan bakat dan keterampilan mereka, tetapi juga menjadi representasi nyata dari komitmen universitas dalam mengembangkan mahasiswa secara menyeluruh.
Ke depannya, diharapkan bahwa festival serupa dapat terus diselenggarakan secara berkala dengan skala yang semakin besar dan variatif. Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas, dosen, staf administrasi, dan partisipasi aktif mahasiswa, Universitas Muhammadiyah Kendari akan terus menjadi tempat yang kondusif untuk mengembangkan potensi generasi muda di bidang akademik, olahraga, seni, dan budaya.
Semoga semangat yang ditunjukkan para mahasiswa dalam festival ini akan terus membara dan membimbing mereka dalam menjalani perjalanan akademik dan menuju masa depan yang cemerlang, tidak hanya bagi diri mereka sendiri, tetapi juga bagi masyarakat luas dan bangsa Indonesia.
—
Artikel ditulis berdasarkan pengamatan langsung di lokasi acara, Kendari, 31 Maret – 2 April 2026