Kendari – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Kendari menggelar peluncuran program strategis berjudul “Kampus Bergerak” pada Sabtu, 19 April 2026, di Laboratorium Terpadu kampus. Program ini dirancang sebagai wadah komprehensif untuk memberdayakan mahasiswa sekaligus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat Kendari dan sekitarnya.
Acara peluncuran yang berlangsung meriah tersebut dihadiri oleh lebih dari 400 peserta, meliputi pimpinan universitas, dekan-dekan, ketua organisasi mahasiswa, dosen pembimbing, serta para mahasiswa dari berbagai fakultas. Lokasi acara di Laboratorium Terpadu yang berstandar internasional menjadi simbol komitmen universitas terhadap pengembangan talenta muda berbasis riset dan inovasi.
Latar Belakang Program
Program “Kampus Bergerak” hadir sebagai respons atas evaluasi kinerja BEM pada tahun akademik 2024-2025 yang menunjukkan perlunya peningkatan sinergi antara organisasi mahasiswa dengan kebutuhan sosial masyarakat. Menurut dokumentasi BEM, analisis SWOT yang dilakukan selama tiga bulan terakhir menyimpulkan bahwa organisasi mahasiswa belum optimal dalam mengubah aspirasi kampus menjadi aksi nyata di lapangan.
“Kami melihat bahwa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki potensi luar biasa, tetapi kekuatan itu perlu disalurkan melalui program yang terstruktur, terukur, dan berkelanjutan,” ungkap Muhammad Rizki Pratama, Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Kendari 2025-2026, saat membuka acara pada pukul 09.00 WITA.
Program “Kampus Bergerak” dirancang dengan empat pilar utama: (1) pemberdayaan akademik dan pengembangan kompetensi mahasiswa, (2) pengabdian sosial dan kemanusiaan, (3) penguatan nilai-nilai keislaman dan karakter, serta (4) inovasi digital dan entrepreneurship. Setiap pilar memiliki sub-program yang spesifik dan terukur dengan target pencapaian yang jelas hingga akhir tahun akademik 2025-2026.
Kegiatan Pokok Program
Sub-program pertama bernama “Akademi Keterampilan Mahasiswa” (AKM) akan menyelenggarakan serangkaian workshop, seminar, dan pelatihan dalam bidang komunikasi, kepemimpinan, public speaking, dan literasi digital. Target peserta untuk program ini adalah 1.000 mahasiswa dari semua tingkat akademik dalam kurun waktu delapan bulan ke depan. Workshop akan diselenggarakan setiap bulan dengan menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang profesional.
“Kami juga akan mengadakan sertifikasi resmi untuk peserta yang menyelesaikan program ini, sehingga mereka memiliki nilai tambah dalam karir profesional nantinya,” tambah Rizki Pratama.
Sub-program kedua, “Gerakan Sosial Kampus” (GSK), merupakan inisiatif pengabdian masyarakat yang akan mencakup aktivitas pembersihan lingkungan, bakti sosial di panti asuhan dan panti jompo, program pendidikan gratis untuk anak-anak kurang mampu di sekitar kampus, serta program kesehatan masyarakat melalui pemeriksaan kesehatan gratis. Kegiatan ini akan dilaksanakan setiap dua minggu dengan melibatkan minimal 300 mahasiswa per bulannya.
Ketua Program GSK, Siti Nurhaliza, menjelaskan bahwa program ini bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi membangun kesadaran mahasiswa tentang tanggung jawab sosial mereka sebagai calon intelektual.
“Kami ingin mahasiswa memahami bahwa pendidikan tinggi bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk berkontribusi pada pembangunan masyarakat,” ujar Siti Nurhaliza yang juga merangkap sebagai Wakil Ketua BEM bidang Pemberdayaan Masyarakat.
Sub-program ketiga, “Nilai dan Karakter Islam” (NKI), akan fokus pada pendalaman nilai-nilai Islam dalam kehidupan kampus melalui halaqah rutin, forum diskusi keislaman modern, mentoring spiritual, serta program “Ramadan Berkah” yang melibatkan seluruh civitas akademika. Sub-program ini sejalan dengan visi misi Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai universitas yang berkomitmen pada pengembangan sumber daya manusia berbasis nilai-nilai Islam.
“Program ini penting mengingat Muhammadiyah sebagai organisasi pendidikan memiliki tanggung jawab untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga berakhlak mulia,” kata Koordinator NKI, Husnul Khotimah, dalam sesi presentasi rinci mengenai program.
Sub-program keempat, “Inovasi Digital dan Entrepreneur Muda” (IDEM), dirancang untuk mendorong mahasiswa berwirausaha dan menciptakan startup berbasis teknologi. Program ini akan menyediakan mentoring dari praktisi industri, akses ke fasilitas Laboratorium Terpadu untuk prototyping dan pengembangan produk, serta pendanaan awal melalui microgrant untuk ide-ide terbaik yang lolos seleksi.
“Kami melihat potensi besar bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi entrepreneur technology yang membawa inovasi ke tingkat nasional maupun global,” ujar Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Nursalam, M.Si., dalam kesempatan berbicara di acara peluncuran.
Dukungan Penuh dari Pimpinan Universitas
Rektor Nursalam mengapresiasi tinggi inisiatif BEM dan organisasi mahasiswa dalam meluncurkan program komprehensif tersebut. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa program “Kampus Bergerak” sejalan dengan strategi pengembangan kampus untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang holistik dan inklusif.
“Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk mendukung penuh program ini. Kami akan memberikan akses fasilitas kampus, termasuk Laboratorium Terpadu, ruang pertemuan, serta dukungan administratif yang diperlukan,” jelas Prof. Nursalam. “Saya yakin bahwa program ini akan menjadi katalis untuk transformasi kultur kampus ke arah yang lebih positif dan produktif.”
Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. H. Muhammad Daud, M.Ed., juga memberikan apresiasi khusus terhadap komitmen BEM dalam merancang program yang responsif terhadap kebutuhan mahasiswa dan masyarakat.
“Dari perspektif akademik dan pengembangan karakter mahasiswa, program ini sangat strategis. Kami akan memastikan bahwa setiap kegiatan yang dilaksanakan terukur dampaknya dan memberikan nilai pembelajaran yang signifikan bagi semua peserta,” kata Dr. Daud dalam wawancara singkat dengan media kampus.
Respons Positif dari Organisasi Mahasiswa Lainnya
Program “Kampus Bergerak” juga mendapat sambutan antusias dari berbagai organisasi mahasiswa lainnya, termasuk Himpunan Mahasiswa Jurusan, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan organisasi pers kampus. Mereka menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dan saling mendukung dalam pelaksanaan program-program yang telah dirancang.
Ketua Senat Mahasiswa, Arif Hidayatullah, menyampaikan bahwa Senat Mahasiswa akan fokus pada aspek advokasi dan legislasi internal yang mendukung pelaksanaan program.
“Kami akan mendorong pengesahan berbagai kebijakan internal yang mendukung program ‘Kampus Bergerak’, termasuk alokasi anggaran mahasiswa yang optimal dan regulasi yang memfasilitasi kegiatan-kegiatan sosial,” kata Arif dalam kesempatan berkomunikasi dengan tim BEM setelah acara peluncuran.
Anggaran dan Timeline Implementasi
Untuk mendukung pelaksanaan program “Kampus Bergerak”, BEM telah mengalokasikan total anggaran sebesar Rp 250 juta dari dana kas BEM tahun 2025-2026. Jumlah ini dikompilasi dari iuran anggota, hasil kegiatan fund-raising, serta hibah dari pihak-pihak yang peduli terhadap pengembangan mahasiswa.
Timeline implementasi program telah dirancang secara detail dengan milestone-milestone yang jelas. Fase pertama (April-Juni 2026) fokus pada perekrutan, training tim pengelola, serta persiapan materi dan venue. Fase kedua (Juli-Oktober 2026) adalah pelaksanaan penuh semua sub-program dengan intensitas tinggi. Fase ketiga (November-Desember 2026) akan melakukan evaluasi komprehensif dan mempersiapkan sustainability program untuk tahun akademik berikutnya.
Dampak yang Diharapkan
Perencanaan program “Kampus Bergerak” mencakup target dampak yang terukur baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam jangka pendek (tahun 2025-2026), program ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan organisasi dari rata-rata 30% menjadi 60%, serta menghasilkan minimal 50 ide bisnis yang feasible melalui program IDEM.
Dalam jangka menengah (2026-2027), program ini diharapkan dapat menciptakan perubahan positif dalam budaya kampus yang lebih kolaboratif, bertanggung jawab, dan berorientasi pada prestasi. Sementara dalam jangka panjang, program ini diharapkan menjadi model pengembangan mahasiswa yang dapat diadopsi oleh universitas-universitas lain dan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan sumber daya manusia berkualitas di tingkat lokal dan nasional.
Penutup
Peluncuran program “Kampus Bergerak” oleh BEM Universitas Muhammadiyah Kendari pada 19 April 2026 menandai babak baru dalam pengembangan organisasi mahasiswa dan ekosistem pembelajaran kampus secara keseluruhan. Dengan visi yang jelas, program yang terstruktur, dan dukungan penuh dari pimpinan universitas serta organisasi mahasiswa lainnya, program ini memiliki potensi besar untuk memberikan dampak positif yang berkelanjutan.
Sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen pada pengembangan karakter dan kompetensi mahasiswa, Universitas Muhammadiyah Kendari telah menunjukkan dedikasi serius melalui dukungan infrastruktur dan kebijakan yang memfasilitasi program-program inovatif seperti ini. Diharapkan bahwa program “Kampus Bergerak” tidak hanya akan memberdayakan mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Kendari, tetapi juga menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lainnya dalam mengembangkan mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bertanggung jawab secara sosial dan profesional.
(Artikel ini disusun berdasarkan peliputan langsung di acara peluncuran program “Kampus Bergerak” BEM Universitas Muhammadiyah Kendari pada 19 April 2026, dengan berbagai wawancara dan data resmi dari pihak panitia dan pimpinan universitas.)