KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari sukses menyelenggarakan acara Festival Olahraga dan Seni Budaya Mahasiswa di kompleks Laboratorium Terpadu pada Senin, 15 April 2026. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WITA hingga 17.00 WITA tersebut menjadi platform apresiasi terhadap bakat dan kreativitas generasi muda kampus dalam bidang olahraga tradisional, modern, dan warisan budaya lokal Sulawesi Tenggara.
Acara tahunan ini menghadirkan lebih dari 500 mahasiswa dari berbagai program studi yang tersebar di lima fakultas Universitas Muhammadiyah Kendari. Mereka berpartisipasi aktif dalam 18 cabang lomba olahraga dan 12 kategori pertunjukan seni budaya yang dikemas dalam format kompetisi dan apresiasi seni yang meriah.
Partisipasi Luas dari Berbagai Jurusan
Keterlibatan mahasiswa dari beragam latar belakang akademik menunjukkan komitmen kampus dalam mengembangkan potensi mahasiswa secara holistik. Tidak hanya mahasiswa dari Fakultas Pendidikan Jasmani dan Olahraga yang hadir, tetapi juga mahasiswa dari Fakultas Teknik, Ekonomi, Pendidikan, dan Kesehatan turut serta dalam berbagai nomor perlombaan.
“Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari mahasiswa tahun pertama hingga tahun keempat. Mereka datang bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi juga untuk membangun solidaritas lintas jurusan,” ujar Drs. Muh. Ridho Pratama, M.Si., Dekan Fakultas Pendidikan Jasmani dan Olahraga Universitas Muhammadiyah Kendari, saat membuka acara secara resmi di halaman utama Laboratorium Terpadu.
Lokasi Laboratorium Terpadu yang luas dan strategis menjadi pilihan ideal untuk menampung berbagai aktivitas sekaligus. Fasilitas olahraga berstandar internasional yang ada di kompleks tersebut memungkinkan penyelenggaraan event dengan kualitas profesional. Lapangan futsal berukuran standar FIFA, lapangan bola voli indoor, area pertunjukan seni yang dilengkapi sound system berkualitas tinggi, dan berbagai instalasi pendukung lainnya dimanfaatkan secara optimal.
Cabang-Cabang Olahraga yang Dipertandingkan
Dalam kategori olahraga, terdapat 18 nomor yang dilombakan dengan sistem penghitungan poin untuk menentukan juara umum. Cabang-cabang tersebut mencakup futsal putra dan putri, voli putra dan putri, badminton tunggal dan ganda, tenis meja, basket putra, sepak takraw, catur, dan pencak silat.
Selain itu, ada juga kategori olahraga yang lebih rekreatif namun tetap kompetitif seperti tug of war (tarik tambang), relay lari estafet, dan permainan tradisional Sulawesi Tenggara yang dimodifikasi untuk keperluan kompetisi modern. Hal ini menunjukkan upaya kampus dalam melestarikan warisan budaya sambil tetap mengadopsi standar olahraga kontemporer.
“Kami sengaja memasukkan olahraga tradisional dalam program tahunan ini karena ingin mahasiswa tidak lupa dengan akar budaya kita. Permainan seperti koro-koro dan sero-sero yang dulu dimainkan oleh nenek moyang kita di Kendari perlu tetap hidup di kalangan generasi muda,” jelas Prof. Dr. H. Bambang Setiawan, Ph.D., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan, dalam sesi konferensi pers yang digelar di Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Kendari pada pagi hari.
Penampilan Seni Budaya yang Memukau
Aspek seni budaya dalam festival ini tidak kalah menarik dibandingkan dengan lomba olahraga. Sebanyak 12 kategori pertunjukan seni disiapkan, mulai dari tari tradisional, tari kontemporer, paduan suara, musik tradisional, teater, hingga fashion show dengan konsep batik modern dan pakaian adat Sulawesi Tenggara.
Salah satu pertunjukan yang paling dinanti-nantikan adalah penampilan tari Poco-Poco dan tari Mandarin yang dipersembahkan oleh beberapa unit kegiatan mahasiswa (UKM) di kampus. Lebih dari 50 penari dari berbagai organisasi mahasiswa tampil dengan kostum yang elegan dan gerakan yang terkoordinasi dengan baik di atas panggung utama yang didirikan di tengah halaman Laboratorium Terpadu.
“Saya dan teman-teman dari UKM Tari telah berlatih selama dua bulan untuk persiapan ini. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kepada seluruh kampus bahwa seni tari bukan hanya soal hiburan, tetapi juga merupakan bentuk ekspresi budaya yang mendalam,” ujar Siti Nurhaliza, mahasiswi semester lima dari Fakultas Pendidikan, yang menjadi ketua panitia pertunjukan tari.
Kategori musik tradisional menampilkan kolaborasi unik antara alat musik tradisional Sulawesi seperti kulintang dan gong dengan instrumen modern. Pertunjukan paduan suara dari beberapa program studi juga mencuri perhatian, dengan repertoar yang mencakup lagu nasional, lagu daerah, dan lagu-lagu modern yang disesuaikan dengan harmoni paduan suara.
Antusiasme Penonton dan Dukungan Institusional
Menarik untuk dicatat bahwa acara ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa pemenang dan peserta saja, tetapi juga mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa yang berkunjung sebagai penonton. Selama sepanjang hari, ribuan mahasiswa memadati area Laboratorium Terpadu untuk menyaksikan dan mendukung rekan-rekan mereka yang bertanding.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Andi Muhammad Akhir, M.Si., hadir secara langsung untuk memberikan dukungan moral kepada para peserta dan menyaksikan beberapa pertandingan final. Kehadirannya menunjukkan keseriusan institusi dalam mengembangkan minat dan bakat mahasiswa di luar kegiatan akademis.
“Universitas Muhammadiyah Kendari percaya bahwa pendidikan yang baik tidak hanya mencakup aspek intelektual, tetapi juga pengembangan karakter, keterampilan sosial, dan ekspresi kreativitas. Festival seperti ini adalah bagian integral dari komitmen kami untuk menghasilkan lulusan yang holistik dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ungkap Prof. Akhir dalam pidatonya saat menutup acara pada sore hari.
Hadiah dan Apresiasi untuk Para Pemenang
Setiap cabang olahraga dan kategori seni budaya memiliki sistem penghargaan yang menghargai prestasi para peserta. Untuk kategori olahraga, hadiah utama berupa piala bergengsi dan uang tunai disediakan untuk juara pertama, kedua, dan ketiga di setiap nomor. Adapun untuk kategori seni budaya, selain penghargaan uang tunai, para pemenang juga mendapat kesempatan untuk tampil dalam acara-acara resmi kampus selama satu tahun ke depan.
Sistem poin keseluruhan juga diterapkan untuk menentukan juara umum olahraga dan seni budaya, sehingga setiap fakultas bersaing secara keseluruhan bukan hanya dalam satu atau dua cabang saja. Hal ini dirancang untuk mendorong partisipasi yang lebih merata dan kolaborasi internal di setiap unit akademik.
“Kami sudah menyiapkan hadiah total senilai 120 juta rupiah untuk festival tahun ini. Investasi ini bukan dihitung sebagai pengeluaran biasa, tetapi sebagai investasi dalam pengembangan sumber daya manusia berkualitas,” ungkap Dr. Hj. Nur Azizah, S.E., M.M., Kepala Bagian Keuangan dan Administrasi Universitas Muhammadiyah Kendari.
Dampak dan Signifikansi Bagi Mahasiswa
Kegiatan festival semacam ini memiliki signifikansi yang luas bagi perkembangan mahasiswa. Selain memberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, acara ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk membangun jaringan persahabatan lintas jurusan dan meningkatkan sense of belonging terhadap institusi.
Dari perspektif kesehatan mental dan wellbeing, festival olahraga dan seni juga berperan penting dalam mengurangi stres akademik yang dialami mahasiswa. Aktivitas fisik dan kreatif terbukti meningkatkan mood, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan kepercayaan diri dalam menghadapi tantangan akademik.
Beberapa mahasiswa yang diwawancarai pasca-acara mengungkapkan rasa puas dan bangga. “Saya merasa sangat apresiasi dengan dukungan kampus. Melalui acara ini, saya jadi lebih percaya diri untuk mengikuti kompetisi di luar kampus,” tutur Reza Gunawan, mahasiswa semester tiga dari Fakultas Teknik yang menjadi pemenang kategori futsal putra.
Peluang Pengembangan Berkelanjutan
Kesuksesan festival tahun ini juga membuka peluang bagi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk mengembangkan program olahraga dan seni budaya lebih lanjut. Pihak rektorat telah menginstruksikan para dekan untuk memetakan talenta-talenta khusus yang muncul dalam festival dan memberikan program pembinaan lanjutan.
“Kami akan membentuk tim khusus untuk mengidentifikasi mahasiswa-mahasiswa berbakat di bidang olahraga dan seni, kemudian memberikan mereka pelatihan intensif dan dukungan finansial untuk mengikuti kompetisi di tingkat regional dan nasional,” jelas Prof. Akhir dalam wawancara eksklusif dengan media kampus.
Rencana jangka panjang juga termasuk pembangunan fasilitas olahraga tambahan dan studio seni yang lebih modern untuk mendukung pengembangan minat dan bakat mahasiswa secara berkelanjutan.
Penutup
Festival Olahraga dan Seni Budaya Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari 2026 yang diselenggarakan di Laboratorium Terpadu telah mencapai target dan ekspektasinya. Dengan partisipasi ratusan mahasiswa dan dukungan penuh dari institusi, acara ini membuktikan bahwa kampus tidak hanya fokus pada pengembangan akademik, tetapi juga memberikan wadah bagi mahasiswa untuk mengekspresikan bakat dan kreativitas mereka.
Semangat kolaborasi, sportivitas, dan apresiasi terhadap budaya lokal yang ditampilkan dalam festival ini menjadi cerminan dari visi dan misi Universitas Muhammadiyah Kendari dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas, berkarakter, dan berkontribusi positif bagi pembangunan daerah dan bangsa.
Diharapkan, momentum ini akan terus dipertahankan dan ditingkatkan di tahun-tahun mendatang, sehingga Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya dikenal sebagai institusi akademis yang solid, tetapi juga sebagai pusat pengembangan talenta olahraga dan seni budaya di wilayah Sulawesi Tenggara.
—
[Berita ini ditulis berdasarkan observasi dan wawancara pada Selasa, 15 April 2026]