KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali mencatatkan prestasi gemilang di pentas internasional. Tiga mahasiswa dari program studi Teknik Kimia dan Biologi berhasil meraih medali emas dalam ajang International Chemistry and Life Sciences Olympiad (ICLSO) 2026 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada 8-10 April lalu. Pencapaian luar biasa ini menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam mengembangkan potensi akademik mahasiswa melalui fasilitas Laboratorium Terpadu yang modern dan komprehensif.
Ketiga mahasiswa pemenang tersebut adalah Nur Azizah Rahman (21 tahun, mahasiswa tingkat ketiga Teknik Kimia), Muhammad Rizki Pratama (22 tahun, mahasiswa Biologi), dan Siti Khadijah Utami (20 tahun, mahasiswa Teknik Kimia). Mereka berhasil mengalahkan ratusan peserta dari 35 negara dengan menampilkan inovasi penelitian berjudul “Ekstraksi Biopigmen dari Alga Merah Lokal untuk Aplikasi Tekstil Berkelanjutan.”
Pencapaian ini menjadi yang terbesar bagi Universitas Muhammadiyah Kendari dalam sejarah partisipasinya di ajang bergengsi tingkat internasional. Sebelumnya, kampus ini pernah meraih medali perak pada tahun 2023 dalam kategori poster penelitian. Namun kali ini, perolehan medali emas menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas riset mahasiswa.
“Ini adalah momen bersejarah bagi Universitas Muhammadiyah Kendari dan khususnya bagi Laboratorium Terpadu kami. Prestasi ini tidak datang begitu saja, tetapi hasil dari dedikasi, kerja keras, dan bimbingan intensif dari dosen-dosen kami selama berbulan-bulan,” ungkap Nur Azizah Rahman saat konferensi pers di Kampus Unismuh Kendari, Senin (11/4/2026) pukul 10.00 WITA.
Laboratorium Terpadu Universitas Muhammadiyah Kendari, yang menjadi pusat penelitian utama bagi mahasiswa, memainkan peran krusial dalam kesuksesan ini. Fasilitas yang dilengkapi dengan peralatan spektrometri modern, chromatografi cair-gas, dan berbagai instrumen analitik canggih lainnya memungkinkan ketiga mahasiswa ini melakukan eksperimen dengan presisi tinggi.
“Kami memiliki akses 24/7 ke laboratorium dengan arahan dari Tim Peneliti Bersertifikat Internasional. Tanpa dukungan ini, kami tidak akan bisa mengoptimalkan setiap tahap penelitian kami,” tambah Muhammad Rizki Pratama sambil menunjukkan hasil pengukuran spektrometer yang digunakan dalam penelitian mereka.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. Darwis Kamaruddin, M.Sc., menyambut dengan antusias pencapaian mahasiswa ini dan memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh tim pendukung. “Prestasi emas ini membuktikan bahwa universitas kami mampu bersaing di tingkat global. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penelitian dan memberikan kesempatan lebih luas bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan mereka,” kata Prof. Darwis dalam sesi wawancara eksklusif pada Selasa (12/4/2026).
Lebih lanjut, Rektor menjelaskan bahwa pencapaian ini menjadi hasil dari investasi kampus dalam pengembangan infrastruktur penelitian. “Dalam dua tahun terakhir, kami telah mengalokasikan dana lebih dari lima miliar rupiah untuk upgrading Laboratorium Terpadu. Teknologi baru yang kami beli terintegrasi dengan baik dan memudahkan mahasiswa dalam melakukan riset berkualitas tinggi,” papar Prof. Darwis.
Perjalanan Panjang Menuju Emas
Perjalanan ketiga mahasiswa menuju medali emas dimulai sejak Oktober 2025, ketika mereka didorong untuk mendaftar di ICLSO melalui Program Pengembangan Akademik Unismuh Kendari. Dosen pembimbing mereka, Dr. Suryanto Wijaya, S.Si., M.Sc., dan Dr. Endah Pratiwi, M.Biotech., menjadi mentor utama dalam setiap proses penelitian.
“Saya memilih ketiga mahasiswa ini karena melihat potensi luar biasa dalam hal kreativitas dan ketelitian ilmiah mereka. Kami kemudian merancang topik penelitian yang tidak hanya inovatif tetapi juga relevan dengan kebutuhan industri lokal Sulawesi Tenggara,” jelas Dr. Suryanto dalam sesi sharing pengalamannya bersama media kampus.
Penelitian mereka fokus pada pemanfaatan alga merah yang banyak ditemukan di perairan sekitar Kendari. Biopigmen yang diekstrak dari alga tersebut kemudian diaplikasikan pada tekstil, menciptakan warna yang tahan lama sekaligus ramah lingkungan. Inovasi ini sangat relevan dengan tren global sustainable fashion yang semakin diminati konsumen internasional.
“Kami melakukan lebih dari 200 kali eksperimen untuk mendapatkan formula ekstraksi yang optimal. Setiap percobaan dimonitor ketat menggunakan instrumen di Laboratorium Terpadu,” cerita Siti Khadijah Utami, yang bertanggung jawab dalam fase optimisasi proses ekstraksi.
Proses penelitian tidak hanya melibatkan eksperimen laboratorium, tetapi juga pengumpulan sampel alga dari berbagai lokasi di laut Kendari. Ketiga mahasiswa melakukan ekspedisi ke Pulau Hoga dan sekitarnya untuk memastikan data yang mereka peroleh representative. Kolaborasi dengan nelayan lokal juga menjadi bagian penting dari metodologi penelitian mereka.
“Kami percaya bahwa penelitian yang baik harus melibatkan komunitas lokal. Dengan cara ini, hasil penelitian kami tidak hanya akademis tetapi juga memberikan dampak praktis bagi masyarakat,” ungkap Nur Azizah dengan penuh keyakinan.
Peran Laboratorium Terpadu sebagai Katalis Inovasi
Kepala Laboratorium Terpadu Universitas Muhammadiyah Kendari, Ir. Bambang Sudarsono, M.T., Ph.D., menceritakan bagaimana fasilitas ini menjadi jantung dari berbagai penelitian mahasiswa. “Laboratorium Terpadu kami dirancang dengan konsep modern yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu. Kami memiliki empat sub-lab utama: kimia analitik, bioteknologi, material science, dan environmental engineering,” jelasnya sambil membawa peneliti ke setiap sudut laboratorium.
Investasi dalam infrastruktur penelitian ini dimulai pada tahun 2024 dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan institusi pusat. “Kami mendapat donasi signifikan dari Kementerian Pendidikan Tinggi melalui program Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi. Ini memungkinkan kami membeli peralatan-peralatan yang sebelumnya hanya tersedia di universitas-universitas besar di Jakarta atau Bandung,” kenang Ir. Bambang.
Fasilitas yang tersedia mencakup High-Performance Liquid Chromatography (HPLC), Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS), Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), serta berbagai peralatan pendukung lainnya. Setiap peralatan dilengkapi dengan sistem monitoring digital yang memungkinkan peneliti melakukan analisis data secara real-time.
“Tim teknisi kami yang terlatih memastikan setiap peralatan selalu dalam kondisi optimal. Kami juga menyediakan program pelatihan regular bagi mahasiswa tentang cara penggunaan peralatan yang benar dan aman,” tambah Ir. Bambang.
Dampak Terhadap Citra dan Pengembangan Kampus
Prestasi ini diharapkan membawa dampak positif bagi pengembangan Universitas Muhammadiyah Kendari secara keseluruhan. Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan, Dra. Siti Nur Azizah, M.Pd., mengungkapkan bahwa pencapaian ini akan menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan berprestasi.
“Kami akan mengundang ketiga mahasiswa ini untuk memberikan talk show kepada mahasiswa angkatan junior. Mereka akan berbagi pengalaman, tips, dan strategi dalam menghadapi kompetisi internasional. Ini adalah bentuk transfer pengetahuan yang sangat berharga,” kata Dra. Siti Nur Azizah.
Lebih lanjut, Universitas Muhammadiyah Kendari juga berencana meningkatkan intensitas partisipasi mahasiswa dalam kompetisi internasional. “Kami akan mengalokasikan dana khusus untuk mendukung mahasiswa yang ingin ikut serta dalam olimpiade sains dan kompetisi penelitian tingkat dunia. Target kami adalah minimal lima tim bisa berkompetisi di level internasional setiap tahunnya,” papar Dra. Siti Nur Azizah.
Dari sisi akademik, prestasi ini juga memperkuat posisi Universitas Muhammadiyah Kendari dalam akreditasi program studi. Pencapaian mahasiswa internasional merupakan salah satu indikator kuat dalam penilaian akreditasi program studi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
“Prestasi ini akan kami dokumentasikan sebagai bukti keunggulan program studi Teknik Kimia dan Biologi kami. Diharapkan hal ini dapat meningkatkan ranking akreditasi program studi kami ke level A di tahun depan,” ungkap Ketua Program Studi Teknik Kimia, Dr. Hendra Wijaya, M.Eng., Ph.D.
Komitmen Berkelanjutan
Pihak kampus juga mengumumkan beberapa inisiatif baru dalam mendukung penelitian dan inovasi mahasiswa ke depannya. Pertama adalah pembukaan Research Grant Program bagi mahasiswa dengan alokasi dana hingga 50 juta rupiah per proposal. Program ini membuka peluang bagi mahasiswa dari berbagai program studi untuk melakukan riset original yang dapat berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan.
“Kami juga akan menjalin kerjasama dengan universitas-universitas terkemuka di dunia untuk program pertukaran peneliti dan mahasiswa. Ini akan memperkaya pengalaman akademik mahasiswa kami,” tambah Prof. Darwis dalam kesimpulannya.
Kedua, Universitas Muhammadiyah Kendari akan memperkuat program mentoring dari peneliti senior di tingkat nasional dan internasional. “Kami telah membentuk tim dosen dengan gelar Ph.D. dari universitas-universitas terkemuka. Mereka siap membimbing dan menginspirasi mahasiswa untuk melakukan riset yang benar-benar world-class,” kata Dr. Suryanto.
Pesan Inspiratif dari Para Juara
Sebelum menutup konferensi pers, ketiga mahasiswa pemenang memberikan pesan inspiratif kepada teman-teman sejawat mereka di Universitas Muhammadiyah Kendari. “Jangan pernah merasa inferior karena kampus kami berada di daerah. Dengan kerja keras, fasilitas yang mendukung, dan bimbingan dosen yang baik, kami bisa bersaing dengan mahasiswa dari universitas-universitas besar di pusat,” pesan Nur Azizah dengan penuh semangat.
Muhammad Rizki menambahkan bahwa kolaborasi tim adalah kunci kesuksesan mereka. “Kami bekerja sebagai satu kesatuan. Setiap anggota tim memberi kontribusi sesuai dengan keahlian mereka. Ini menghasilkan penelitian yang holistik dan berkualitas tinggi,” jelasnya.
Siti Khadijah kemudian menutup dengan pesan tentang pentingnya konsistensi dan dedikasi. “Jangan takut untuk mengambil tantangan. Kompetisi internasional adalah kesempatan untuk belajar, bukan hanya untuk menang. Kami awalnya juga nervous, tetapi dukungan dari dosen dan teman-teman membuat kami percaya diri,” tuturnya.
Kesimpulan
Prestasi medali emas yang diraih oleh Nur Azizah Rahman, Muhammad Rizki Pratama, dan Siti Khadijah Utami di International Chemistry and Life Sciences Olympiad 2026 menandai babak baru dalam sejarah Universitas Muhammadiyah Kendari. Pencapaian ini bukan hanya tentang penghargaan dan medali, melainkan bukti nyata dari efektivitas sistem pendidikan dan penelitian yang telah dibangun oleh kampus.
Laboratorium Terpadu yang dilengkapi dengan teknologi modern, didukung oleh dosen-dosen berkualifikasi tinggi, serta budaya penelitian yang kuat, telah menciptakan ekosistem akademik yang kondusif bagi pengembangan inovasi mahasiswa. Dengan momentum ini, Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk terus meningkatkan standar pendidikan dan penelitian, sehingga mampu menghasilkan lebih banyak lulusan yang kompetitif di tingkat global.
Bagi mahasiswa lain, prestasi ini adalah inspirasi dan bukti bahwa mimpi besar dapat diwujudkan dengan kerja keras, dedikasi, dan dukungan sistem yang tepat. Universitas Muhammadiyah Kendari berjanji untuk terus membuka peluang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk berkembang dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
(Laporan dari Kendari)